Senin, 07 Juli 2008

Superorganik Biogas dari Limbah Ternak


Copyright © 2003 Lampung Post. All rights reserved.Kamis, 25 Januari 2007


BOGOR (Ant): Peneliti dari Departemen llmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), menemukan energi alternatif biogas dan pupuk superorganik dari limbah ternak. Biogas ini sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, pemanas, atau menggerakkan generator.

Biogas ini digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, pemanas, atau menggerakkan generator (listrik). Dari uji coba yang dilakukan, gas generator listrik yang dihasilkan melalui biogas dari limbah ternak itu dapat menghasilkan maximum out-put power 500 watt dan 700 watt.
Dia menjelaskan nilai kalor dari biogas ditentukan gas methan (CH4) dan karbon dioksida (C02). Bahan bakar biogas menghasilkan pembakaran sempurna, yakni ditandai nyala api biru, tidak tergolong gas toksik, tidak berbau dan tidak menimbulkan jelat (bekas hitam). Bahan utama biogas adalah campuran feses (kotoran ternak), urine, dan sisa pakan (bahan organik) dengan pengenceran air, dengan komposisi 1 kotoran berbanding dua air. Pengisian pertama harus tercipta kondisi anaerob, dengan waktu tunggu 13--20 hari dari isian pertama.
Setelah proses itu, biogas siap dipakai dengan menggunakan kompor gas, petromaks, pemanas, atau generator. Untuk produksi gas, instalasi digester (pencerna organik) gasbio kapasitas tiga meter kubik, yakni dua hingga empat ekor ternak sapi dewasa, dapat menghasilkan gasbio sebanyak 1.800 liter untuk kebutuhan memasak keluarga dengan lima anggota keluarga setiap harinya.
Khusus di laboratorium uji coba miliki Fapet IPB, instalasi digester berbahan semen, biaya instalasinya berkisar antara Rp12,5 juta hingga Rp15 juta, dengan kapasitas 5--7 meter kubik untuk mengolah kotoran sapi sebanyak 5-15 ekor sapi, lengkap dengan satu kompor gas, dengan estimasi kekuatan sekitar 30 tahun. "Jadi, biogas yang dihasilkan ini bisa dilakukan untuk skala peternakan besar dan juga masyarakat yang memiliki sedikit ternak," kata Simamora.

Tidak ada komentar: