Bogor - Para peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan energi alternatif biogas dan pupuk "Super Organik" yang dihasilkan dari limbah ternak Penemuan itu didemonstrasikan di Kampus Darmaga oleh tiga peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB yakni Ir. Suhut Simamora, MS, Ir. Sri Wahyuni, MSi dan Ir. Salundik, MSi.Menurut Suhut Simamora, biogas adalah gas hasil fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme anaerobik. Biogas digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, pemanas atau menggerakkan generator (listrik). Dari uji coba yang sudah dilakukan, gas generator listrik yang dihasilkan melalui biogas dari limbah ternak itu dapat menghasilkan "maximum out-put power" 500 watt dan 700 watt. Ia menjelaskan, nilai kalor dari biogas ditentukan oleh gas methan (CH4) dan karbon dioksida (C02). Bahan bakar biogas menghasilkan "pembakaran sempurna", yakni ditandai dengan nyala api biru, tidak tergolong gas toksik, tidak berbau dan tidak menimbulkan jelat (bekas hitam). Bahan utama biogas adalah campuran feses (kotoran ternak), urine, dan sisa pakan (bahan organik) dengan pengenceran air, dengan perbandingan 1 kotoran: 2 air. Pengisian pertama harus sudah tercipta kondisi anaerob, dengan waktu tunggu 13-20 hari dari isian pertama. Setelah proses itu, maka biogas siap dipakai dengan menggunakan kompor gas, petromaks, pemanas atau generator. Dengan instalasi digester (pencerna organik) gasbio berkapasitas 3 meter kubik dapat memproses kotoran dari 2 hingga 4 ekor ternak sapi dewasa dan menghasilkan gasbio sebanyak 1.800 liter. Gas yang dihasilkan itu sudah dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak untuk lima orang dalam satu keluarga.(ant/mer)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar